Tampilkan postingan dengan label melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melahirkan. Tampilkan semua postingan

26.6.12

Program Kehamilan II

Kemarin aku bolos sekolah demi mendapatkan bayi, eits ... tunggu dulu ! Dapetnya mah bukan langsung, eeh disitu ada bayi looh , yuk ambil satu ! Bukan begitu. Masih inget kan tentang postinganku tentang Program Kehamilan ? Kalo belom silahkan dibaca lagi deh.
Karena indikasi yang belom 100 % benar tapi aku belom hamil - hamil juga maka kami memutuskan untuk melanjutkan research di fertility center di Sofia Hemmet, Stockholm. Pagi itu ujan deres dan lumayan jauh juga jarak rumah sakit dari rumah, tapi demi deh ... Naik bis terus naik T- Bana akhirnya nyampe juga di rumah Sofia yang gede amat itu  Sofia Hemmet. Kami bertemu dokter Gottlieb, kalo ga salah begitulah namanya. Menurut beberapa orang di komunitas yang membahas tentang dokter ini sih bagus, sabar, bekerja sama dan good listener gitu, mudah - mudahan bener ya. Alhamdulillah syukur setelah diperiksa pake ultrasound di dalam rahimku, hasilnya sel telurku banyak yang artinya subur, tapi memang ada sedikit flek PCOS (bukan PCOS yang parah) dan bisa dirangsang dengan obat agar sel telur keluar dan siap dibuahi.  Pemeriksaan kali ini gak berakhir disini aja. Kami , berdua aku dan Miku harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah dan melihat tuba fallopi jikalau ada masalah di saluran tersebut. Dan mereka cuma mengambil sample semen atau maaf, sperma dari Miku, juga tes darah.
Tes darah untuk melihat hormon, allergi atau ada penyakit atau tidak dalam diriku akan dilakukan pas di hari ketiga menstruasi. Sedangkan untuk pemeriksaan tuba fallopi dilakukan antara 1 - 12 hari setelah menstruasi. Jadi tau sendiri kan, perjuangannya sangatlah panjaaaang. Dari pertama kali bikin janji untuk ke fertility center ini sendiri sudah kami lakukan sejak sekitar bulan Maret dan baru dapet waktu kemarin itu. Nah belom lagi nanti bikin janji lagi untuk periksa tuba fallopi ini. Aduwh, lumayan bikin stress sih yah. Tapi bagaimanapun, kalo mau sesuatu jadi baik itu butuh usaha keras.
Setelah nantinya dapat hasil dari pemeriksaan yang cukup banyak dan ribet itu, kami akan berdiskusi lagi dengan dokter. Pada intinya dalam diskusi itu adalah menentukan langkah apa yang sebaiknya ditempuh agar aku bisa cepet hamil dan punya anak. Serius deh, aku dan Miku udah pengen banget punya anak. Dan lagi mommy udah yang cerewet aja minta cucu. Lah dikira gampang aja gitu kayak mommy dulu, saben 5 tahun pas pemilu hamil. Yang jelas sih aku dan Miku sudah berusaha semampu kami, lagi - lagi kan Allah yang menentukan. Berusaha dan berdo'a memang kunci utama segala cita - cita.

19.6.11

Melahirkan tanpa sakit

Impossible ! Meskipun aku belum pernah melahirkan, tapi aku tau ini adalah suatu momen antara hidup dan mati. Namanya melahirkan itu pasti sakit lah. Dan hari ini aku menangis , bukan karena aku mau melahirkan *hamilajabelom. Tapi karena liat acara di stasiun TV tentang perjuangan hidup wanita saat melahirkan. Livet på BB judulnya. Berbagai cara dan situasi yang dihadapi para wanita itu , suami mereka dan bidan dan para suster yang terlibat di dalamnya. Aku yang nonton jadi sangat emosional, tanpa terasa meleleh pula air mata saat wanita-wanita hebat tersebut berhasil melahirkan bayi-bayi yang cantik. Aku ingin seperti itu #ngiler , merasakan sakit *kalobolehmilihgausahpakesakitdeh* dan berjuang hidup untuk menyelamatkan kehidupan baru di dunia ini , halah ... bahasaku mbulet gini yah.
Maklum , menulis ini saat emosi lagi tinggi-tingginya #backgroundnyalivetpåBB. Intinya , aku pengen segera hamil dan melahirkan bayi yang cantik , lucu seperti mereka *ngiri.
photo taken from (www.dfwbirthphotographer.com)
Yang membuat tangisku tak terbendung kali ini , Livet på BB menayangkan tentang wanita yang melahirkan dalam air (waterbirth). Bahkan saudara perempuan wanita itu aja hampir pingsan melihat dia berteriak menahan sakit dan harus tetap sadar demi si bayi.  Dan semua kesakitan itu terbayarkan dengan muculnya si bayi , menjadi tangis haru dan bangga. Oooh , sumpah ! Pengen banget ! Kepikiran ntar mau melahirkan dalam air juga deh. Nonton acara ini bukannya bikin aku takut , malah bikin aku kepengen bangeeeeet !
Mengintip tentang waterbirth ini ternyata , katanya , waterbirth lebih nyaman dilakukan daripada persalinan normal biasa , menurut sumber , dengan waterbirth dapat mengurangi rasa sakit hingga 40-70% . Tapi ga semua wanita bisa melakukan waterbirth ini, karena harus memperhatikan keadaan sang ibu dan calon bayi. Jadi kalo penasaran atau kepengen harus konsultasi dulu ama dokter kandungan kamu. Mereka akan mengarahkan jalan mana yang terbaik tentunya , karena *kembali* ini masalah antara hidup dan mati , ga boleh sembarangan bertindak , bukan?